The Heather - Indonesia version
"But you like her better, I wish I was Heather"
Biarku tebak, pasti diantara kalian ada yang membacanya sambil bernyanyi, iya kan?
Sudah lah mengaku saja tidak perlu malu, akupun menulisnya sambil mendengarkan lagu tersebut hihi.
Seperti yang kalian tahu bahwa lagu Heather dari Conan Gray ini memang menggambarkan seorang dengan gelar The Second Choice , maksudku point of viewnya tentu diambil dari si The Second Choice. Tapi kalian pernah gak sih melihat atau mendengar cerita dibalik pemeran lain?
Apakah kalian tahu bagaimana sudut pandang Sang Heather?
Kalau belum, mariku ceritakan bagaimana rasanya menjadi Sang Heather
Sebelumnya aku tidak ingin mengecap bahwa diriku adalah patokan untuk para wanita agar disebut Cantik. Tapi, pada kenyataannya otak orang - orang disini sudah tersetting seperti itu. Padahal menurutku wanita yang ada disekitarku memiliki kecantikan yang berbeda - beda, bahkan bisa ku bilang mereka lah yang sebenarnya menjadi Heather.
Tubuh tinggi semampai dan berkulit putih yang ku miliki ini banyak yang bilang adalah idaman para wanita, bahkan pria-pun bermimpi dan berkhayal menjadi kekasihku. Selain itu menjabat sebagai leader dari klub Cheerleader menjadi nilai plus. Rambut panjang berwarna coklat hazel adalah ciri khasku. Banyak yang memujiku karena fisikku ini.Setiap kali aku berjalan melewati kerumuman orang, terdengar sayup - sayup dari bibir mereka, seperti
"Apakah dia pernah jelek untuk satu hari saja?"
"Cantik sekali"
"Ini baru wanita sempurna"
Dan masih banyak lagi. Tapi, tidak semua orang akan begitukan? Pasti ada segelintir orang yang tidak menyukaimu. Selain mendengar kata - kata manis, aku juga mendengar kata - kata pahit dari bibir mereka. Seperti,
"Lihat dia, badannya saja yang terlihat bagus, tapi otaknya kosong"
"Aku tebak, dia operasi plastik"
"Anak seperti dia tidak bisa hidup tanpa spotlight"
"Ratu Haus Perhatian"
Terkadang aku berfikir, Apa aku salah dilahirkan seperti ini? atau Dosa apa yang telah orangtuaku buat hingga aku terlahir dengan fisik seperti ini?
Bukan keinginanku untuk dilahirkan seperti ini. Jika, waktu bisa diulang kembali, aku ingin Tuhan menciptakanku dengan fisik yang biasa saja, tidak nyaris sempurna seperti ini.Siapapun
tolong keluarkan aku dari tubuh ini. Aku tak sanggup. Mengapa orang -
orang senang sekalih berekspetasi kepada oranglain? Sungguh, bukannya aku tidak bersyukur. Hanya saja ini terlalu berlebihan, dengan fisik seperti ini orang - orang menaruh ekspetasi yang besar kepadaku. Dan aku tidak sanggup menanggungnya sendiri.
Aku lebih suka mbaca di wattpadπ, tapi ini bagus kok
ReplyDelete